Berkat Gotong-Royong, Pengecoran Jalan Proyek TMMD Mulai Terlihat Hasilnya



KENDAL – Slogan "Bersama Rakyat TNI Kuat", benar-benar terbukti dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

Dengan dikerjakan secara keroyokan TNI bersama masyarakat, pengecoran jalan lebar 3,5 meter, yang direncanakan sepanjang ± 1.500 meter, sudah mulai terlihat hasilnya. Padahal, pengerjaan tidak dilakukan menggunakan mesin, alias memakai cara manual, menggunakan tenaga manusia.

Dari pantauan di lapangan, selama proses pengecoran, warga setempat memang terlihat cukup bersemangat. Seperti tak kenal lelah, adonan material pasir, batu dan semen serta air, mereka angkut dengan ember dan angkong.

Tak pelak antusiasme masyarakat tersebut makin memompa tenaga anggota TNI yang bertugas. Dan dalam kemanunggalan tersebut, mereka saling bahu membahu hingga jam kerja selesai.

"Selain semangat anggota TNI dan masyarakat, pengecoran bisa terselesaikan dengan cepat setiap harinya, juga karena dukungan cuaca yang cerah," ucap Kapten Kav Jatmiko, Sabtu (30/09).

Selanjutnya, sambung Danramil, sambil menunggu pengecoran kering, esok hari TMMD akan kembali fokus pada pengerjaan jalan tembus Dusun Krajan menuju Pantai.

Sementara, penataan material batu yang sudah rampung mencapai 300 meter dari total 1,5 kilometer. Untuk percepatan pengerjaan, bagian yang sudah dipasang batu, akan langsung dilakukan pengerasan menggunakan material pasir batu.

"Kita sudah order material dan koordinasi jauh-jauh hari, semoga tidak ada kendala lagi," cetus Kapten Kav Jatmiko.

Tingginya antusias masyarakat Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, pada pelaksanaan TMMD ini bukan tanpa alasan. Keberadaan jalan tembus antara Dusun Krajan menuju pantai, memang sangat dibutuhkan warga.

"Tanpa jalan tersebut, kita harus susah payah dengan jalan tanah, apabila membawa hasil panen baik Jagung atau tembakau, disaat hujan turun jalan berlumpur dan licin, memang jalan ini merupakan jalur perekonomian dan lintasan anak sekolah," kata Muhromin (40) salah satu warga Desa Jungsemi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.