Dibalik Cerita Mistis Lokasi TMMD Merupakan Sejarah Perjuangan Bangsa


Kendal - Sebelum pelaksanaan pembukaan TMMD Reguler ke 100, Komandan Kodim 0715/Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono beserta rombongan melaksanakan ziarah ke makam Kemangi Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung.
Dulu, tempat itu untuk berkumpulnya tokoh-tokoh, mereka rapat untuk mengatur strategi penyerangan ke Batavia, ketika Sultan Agung memutuskan perang terhadap Belanda di Batavia, semua Adipati, Tumenggung dan para pembesar kerajaan dipanggil pada suatu pertemuan agung di kerajaan Mataram yang dipimpin langsung oleh Sultan, setelah melalui perapatan,serta saran-saran dari para Adipati atau pun para pembesar kerajaan, maka keputusan akhirnya Mataram menyatakan perang terhadap Belanda di Batavia, pimpinan perang pun diputuskan dan diputuskan juga panglima perangnya, yaitu Tumenggung Bahurekso, Adipati Kendal dan Gubernur pesisir laut Jawa.

Bahurekso memutuskan bahwa tempat pertemuan atau paseban persiapan perang tidak dilakukan di Pendopo Kabupaten, tetapi di sebuah tempat yang dekat dengan pantai, oleh para peserta pertemuan akhirnya disepakati bahwa tempat pertemuannya harus dirahasiakan. Tempat yang dipilih, ternyata di tengah hutan atau persawahan. Tepatnya di bawah pohon yang rindang, pohon itu sekarang ini dikenal dengan nama pohon Kemangi, pohon itu terletak di tengah-tengah persawahan dan pemakaman (sekarang), masuk wilayah Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung, tempat itu pada akhirnya dijadikan sebuah pemakaman yang masih dan terkenal keramat serta lokasi tersebut berdekatan dengan TMMD Reguler ke 100," ungkap Kyai Kasturi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.