Kentongan Simbul Budaya Nusantara Yang Turun Temurun



Kendal - Hari ini Rabu (27/09) masyarakat Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung merasa yakin bahwa kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 100 TA. 2017 benar-benar mau dibuka, walaupun Pra TMMD sudah di mulai sepekan yang lalu, terbukti didatangkanya Kentongan besar dari Masjid Jami' Jungsemi menuju lapangan Desa Jungsemi, masyarakat pagi-pagi sudah banyak yang datang menuju ke lapangan ingin menyaksikan pemukulan kentongan yang diyakini sebagai permulaan suatu kegiatan di masyarakat Desa yaitu akan di mulainya pembukaan kegiatan TMMD.

Kentongan besar peninggalan leluhur Desa Jungsemi itu terbuat dari kayu jati yang utuh dalamnya dilubangi agar saat dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang nyaring, kentongan dibuat pada jaman dulu sebagai alat pemanggil/pemberi informasi ke masyarakat.

Peninggalan leluhur Desa Jungsemi tersebut walaupun umurnya sudah ratusan tahun tapi sampai sekarang masih bisa digunakan  dan ada kegunaannya, misalnya untuk memanggil bagi orang Islam agar melaksanakan sholat lima waktu, terus kalau malam hari tiap jam di pukul agar masyarakat tahu waktu sesuai jumlah pukulan kentongan tersebut, juga sebagai pertanda ada bahaya pukulanya sesuai sandi bahaya yang telah disepakati, tutur Pak Dasuki Kepala Desa Jungsemi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.