Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Melalui Wawasan Kebangsaan Dalam TMMD Reg-100



KENDAL - Bangsa Indonesia yang lahir dari keanekaragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan daerah asal yang tersebar luas dalam ribuan pulau perlu menyepakati suatu cara hidup bersama dalam kebhinekaan sebagai warga negara suatu bangsa. Saat ini wawasan kebangsaan pada diri anak bangsa cenderung mengalami kemunduran atau lebih tegas lagi hampir pudar. Ikatan nilai-nilai kebangsaan yang berhasil mempersatukan bangsa ini makin longgar. Karena itu, sepatutnya kita kembali memantapkan nilai-nilai kebangsaan yang mengendur itu. Kita perlu mengonstruksikan landasan yang kuat dan konsepsional guna kembali membangun persatuan dan kesatuan bangsa serta jiwa nasionalisme, yaitu wawasan kebangsaan. Jum'at (29/09).

Dengan itu pada kesempatan ini Danramil 01/Kota Kapt Caj Sudaryanto telah mulai mengaplikasikan kegiatan wawasan kebangsaan kepada masyarakat Desa Lebosari Kecamatan Kangkung yang masuk dalam rangkaian TMMD Reg ke 100,Untuk menambah bobot serta variasi kegiatan maka diberikan materi Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945, NKRI, bahaya Narkoba.

Sudaryanto mengatakan" bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara memandang dan kemampuan untuk memahami keberadaan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan tidak melupakan doktrin-doktrin dasar yaitu Pancasila maupun sumpah pemuda, karena fungsi itu merupakan pemersatu bangsa serta sikap patriotisme yang menentukan nasib bangsa ke depan.

"Kami sebagai warga desa lebosari sangat senang dapat pencerahan mengenai wawasan kebangsaan dari Pak Danramil, sehingga nanti kami bisa tularkan pada anak-anak/pemuda kampung Lebosari," ungkap Waryo (48) salah satu tokoh masyarakat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.