TMMD Ke-100, Tari Gamyong Diatas Angkong



KENDAL - Salah satu cara orang menghilangkan rasa lelah saat melaksanakan kegiatan atau bekerja berbeda-beda. Sedikit mengulas asal mulanya Tari Gambyong." Pada masa silam, tari gambyong sendiri merupakan tarian rakyat yang kerap dipertunjukan sebagai ritual ucapan syukur atas hasil panen yang melimpah dalam upacara sedekah bumi. Kekhasan dari setiap gerakan tarian tersebut ditambah dengan paras cantik penarinya yang bernama Mas Ajeng Gambyong membuat punggawa kerajaan tertarik untuk mencoba mementaskan tarian ini dihadapan sang raja. Hasilnya, sang raja pun terpangu takjub dan menugaskan agar tarian ini dipopulerkan dan dimodifikasi agar lebih baik lagi. Nama tarian ini sendiri berasal dari nama Mas Ajeng Gambyong yang saat itu sangat terkenal di kalangan masyarakat Surakarta.

Namun di TMMD Ke-100 di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal Tari Gambyong pementasannya diatas alat pengangkut adonan cor atau orang Kendal bilang Angkong, seperti yang diperagakan oleh Serda Agus Triyadi anggota Koramil 05/Cepiring. Saat selesai antar adonan cor ke para tukang yang bertugas meratakan adonan cor tersebut.

Serda Agus Triyadi mengatakan,"Dari pada kerja merengut tidak ada senyum-senyumnya lebih baik menari saja di atas Angkong sekedar melepas lelah dan menghibur diri juga sambil melestarikan budaya tari Gambyong yang kini menjadi salah satu kebudayaan di Kabupaten Kendal, ungkapnya panjang lebar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.