TMMD Menggema Grebek Desa


Kendal - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu solusi percepatan pembangunan desa. Program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK) Pemda, dan komponen bangsa lainnya itu sudah berjalan untuk yang ke 100 kalinya. Kegiatan ini tidak hanya terjadi di Kendal, melainkan serentak di seluruh Indonesia.
Untuk Kendal sensiri dilaksanakan diDesa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Aksi tersebut sedikitnya melibatkan 150 anggota Satgas TMMD dan warga masyarakat dan dilaksanakan selama 30 hari. Dimulai 27 September hingga 26 Oktober 2017.
“Jadi dilaksanakan mulai pra yang sudah dilaksanakan sepekan yang lalu hingga pasca. Seluruh tim menginap di rumah masyarakat. Kemungkinan ada sekitar 10 rumah warga yang dimanfaatkan. Rumah warga dipilih tak lain untuk mendekatkan diri dan penyatuan dengan masyarakat,” ujar Komandan Distrik Militer (Dandim) 0715/ Kendal Letnan Kolonel Czi Hendro Edi Busono.
Dalam pagelaran akbar tersebut, ada beberapa program yang diberikan kepada masyarakat sekitar. Diantaranya, pengecoran jalan, rehab bangunan, penyuluhan, dan menggelar bakti sosial serta aktivitas sosial masyarakat lainnya.
 “Kami membuat pengecoran jalan dari Desa Jungsemi ke arah pantai Pantai sepanjang sepanjang 1.550 meter. Kemudian, melakukan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, bela negara, narkoba, dan kerukunan. Hingga menggelar bakti sosial, seperti pengobatan massal, pelayan KB, dan lainnya,” paparnya.
Hal ini dilakukan lantaran rakyat merupakan satu bagian dari TNI. Kedekatan hubungan TNI dengan rakyat, terbukti telah menjadi salah satu penopang kekuatan bangsa ini, dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bangsa ini bebas dari penjajahan dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, berkat kekompakan rakyat dengan tentara yang sama-sama berjuang, mengusir penjajah di bumi Nusantara ini.
“Kemanunggalan antara rakyat dengan TNI inilah yang harus tetap dijaga, karena TNI itu sebenarnya berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Atas dasar itu pula, dipandang perlu adanya kegiatan nyata yang perlu dilakukan oleh TNI, untuk tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat, membangun pondasi negara yang kuat melalui kemitraan terencana antara TNI dengan masyarakat,” jelasnya.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.