Wawasan Kebangsaan Kepada Warga Dan Perangkat Desa



Kendal- Di bukanya TMMD Reguler ke- 100 Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal berbagai kegiatan telah di lakukan yakni sasaran program fisik dan non fisik. Jum'at (29/9).

Danramil 01/Kota Kapten Caj Sudaryanto sebagai narasumber  menyampaikan wawasan kebangsaan kepada sejumlah warga penduduk Desa Lebosari Kecamatan Kangkung.

Acara ini sendiri merupakan agenda khusus yang merupakan bagian dari Pembinaan ketua masyarakat yang dilangsungkan di balai Lebosari Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Disamping itu acara ini juga diikuti Kades Lebosari Hj. Nur Asiyah,dinas BNN, Bapak M Arif, dinas kesehatan Ibu Sa'Indah hadir pula dinas pertanian Bapak Sugihartono masing-masing sebagai narasumber dalam acara tersebut.

Kapten Caj Sudaryanto pada awal wawasan kebangsaan menjelaskan, bahwa UUD 1945, sama sekali tidak akan menggantikan atau merubah kitab suci dari agama manapun, karena konteks keduanya sangat berbeda jauh, dan mustahil akan bertabrakan. Demikian juga Pancasila, tidak ada kaitannya dengan dogma atau doktrin agama akan terganggu bila sebagai warga negara Indonesia kita menjalankannya.

Lebih jauh lagi, bendera kebangsaan, bukan berarti menghormati selembar kain berwarna merah dan putih menjadikan seseorang menduakan Tuhan, karena konteks bendera kebangsaan sangat jauh dari pemikiran yang mengarah pada Kekuasaan Ilahi. Disamping itu ,menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sama sekali tidak ada hubungannya mengesampingkan atau menyelewengkan aturan ataupun larangan dalam ajaran agama, melainkan untuk membuktikan jatidiri sebagai warga negara Indonesia.

Diakhir acara Kapten Caj Sudaryanto menyampaikan perihal kewajiban sebagai warga negara Indonesia untuk mengibarkan bendera di tiap-tiap rumahnya saat hari-hari nasional, sebagai bukti rasa hormat atas jasa-jasa para pahlawan yang gugur membela bangsa dan negara. Mengingat sejarah bangsa tragedi yang sangat memilukan yang bertujuan ingin merubah pancasila  dan UUD 1945 yang di lakukan Partai Komunis Indonesia di tahun 1965 yang di kenal  Gerakan 30/ S / PKI semoga tragedi itu tidak terulang kembali di negara kita.tambahnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.