Ibu-Ibu Karang Malang Ditatar Tentang KB


KENDAL – Rangkaian kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-100 tahun 2017 Kodim 071/Kendal, terdapat sasaran non fisik tentang penyuluhan KB (Keluarga Berencana) yang disampaikan oleh dinas KB Pak Ahmadi, bertempat di Dalai Desa Karang Malang Kecamatan Kangkung. Senin (09/10).

KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana, Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD dan sebagainya.

KB (Keluarga Berencana) yaitu membatasi jumlah anak, hanya dua, tiga dan lainnya. Keluarga Berencana yang dibolehkan syariat adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suami-istri karena situasi dan kondisi tertentu untuk kepentingan (mashlahat) keluarga, masyarakat maupun negara.  

Tujuan umumnya adalah meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Tujuan utama pelaksanaan keluarga berencana dalam repelita I adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat pada umumnya. Dengan berhasilnya pelaksanaan keluarga berencana diharapkan angka kelahiran dapat diturunkan, sehingga tingkat kecepatan perkembangan penduduk tidak melebihi kemampuan kenaikan produksi. Dengan demikian taraf kehidupan dan kesejahteraan rakyat diharapkan akan lebih meningkat.

Tujuan KB berdasar Renstra 2005-2009 meliputi Keluarga dengan anak ideal, Keluarga sehat, Keluarga berpendidikan, Keluarga sejahtera, Keluarga berketahanan, Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya dan Penduduk tumbuh seimbang (PTS).

Pak  Nur Fuad sebagai Kepala Desa Karangmalang Kecamatan Kangkung menyambut baik program keluarga berencana dilaksanakan atas dasar suka-rela serta tidak bertentangan dengan agama, kepercayaan dan moral Pancasila. Dengan demikian maka bimbingan, pendidikan serta pengarahan amat diperlukan agar masyarakat dengan kesadarannya sendiri dapat menghargai dan menerima pola keluarga kecil sebagai salah satu langkah utama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Oleh karena itu pelaksanaan program keluarga berencana tidak hanya menyangkut masalah tehnis medis semata-mata, melainkan meliputi berbagai segi penting lainnya dalam tata hidup dan kehidupan masyarakat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.