Melalui TMMD, Ajak Masyarakat Wujudkan Kendal Kota Bersih


KENDAL - Suasana penyuluhan Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam rangka TMMD Reguler ke-100 Tahun 2017 di aula Kelurahan Kangkung Kabupaten Kendal. Banyak slogan-slogan ajakan yang mendorong agar masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, salah satunya dengan mengelola sampah secara baik dari rumah tangga.

Diantara slogan itu, misalnya "sampah merupakan sarana mendapatkan pahala, sampah sahabat kita dan sampah menjadi berkah." Sampah adalah sisa aktivitas makhluk hidup yang tidak ada habisnya sepanjang masih ada kehidupan, namun bagaimana sampah bukan lagi menjadi masalah akan tetapi sampah dari rumah dan masuk ke rumah dengan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kepala Desa Kangkung, Bapak Maskur, mengungkapkan bahwa sampah masih menjadi fokus sosialisasi kepada masyarakat. Dirinya, mengajak masyarakat untuk memilah sampah mulai dari rumah, yaitu dengan memisahkan sampah organik dan non-organik sehingga masalah sampah di Kelurahan Kangkung lambat laun dapat teratasi dengan baik.

"Masalah sampah dilingkungan kalau tidak diatasi dengan baik akan dapat menyebabkan banjir, sebab itu saya berharap UPS dapat dioperasikan dengan optimal demikian juga bank sampah di setiap RW dan warga masyarakat juga terus melakukan pemilahan sampah," tuturnya pada kegiatan non fisik TMMD Reguler ke-100 Tahun 2017 penyuluhan Lingkungan Hidup di Aula Kelurahan Kangkung.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kendal, menjelaskan Kota Kendal sebagai contoh di Indonesia dalam pengelolaan sampah sehingga dalam mewujudkan Kendal Kota Bersih tahun 2020 membutuhkan peran aktif masyarakat Kota Kendal dalam menangani sampah.

"Pengelolaan sampah dari rumah tangga dengan memilah sampah kering dan basah, organik dan non-organik dimasukkan ember kecil yang ada tutupnya kemudian dibawa ke ember besar yang disediakan satu ember besar untuk 20 rumah, setelah itu akan diambil petugas seminggu dua kali," paparnya.

Ketua PKK Desa Kangkung Ibu Kundiarti menambahkan penanganan sampah selain dengan memilah sampah kemudian membentuk bank sampah, namun demikian pihaknya juga membentuk tim Buser Kebersihan yang akan melaksanakan pemantauan disejumlah titik rawan pembuangan sampah liar.

"Kita juga membentuk tim satgas sampah, yaitu Buser Kebersihan, jadi kalau ada yang membuang sampah sembarang kita tangkap. Pilihannya hanya dua, yaitu denda atau penjara," pungkasnya.

Kader PKK, Ibu Mariyati mengaku dengan mengikuti penyuluhan Lingkungan Hidup dalam rangka TMMD Reguler ke-100 tahun 2017 banyak mendapat ilmu tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah, maka dirinya akan lebih mengiatkan dalam pemilahan sampah.

"Ya, kalau saya sudah melakukan pemilahan sampah di rumah, seperti bekas-bekas botol saya jual ke pengepul, sedangkan sampah organik diambil satu minggu dua kali," tukas warga Rt 01 Rw 04 Kelurahan Kangkung.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.