Program TMMD Merupakan Implementasi Budaya Gotong-Royong


KENDAL - Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri RI kepada seluruh Gubernur/Bupati/Walikota Nomor 140/174/SJ tanggal 16 Januari 2017 tentang Penambahan kegiatan program TMMD dari 2 kali menjadi 3 kali dalam setahun, maka mulai tahun 2017 ini terdapat perubahan dalam pelaksanaan TMMD yang semula 2 kali dalam setahun menjadi 3 kali dalam setahun. Program TMMD Reguler ke-100 ini sendiri, merupakan pelaksanaan TMMD tahap ketiga pada TA. 2017.

"Kegiatan TMMD Reguler ke-100 tahun 2017 ini dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 27 September sampai 26 Oktober 2017. Kegiatan ini melibatkan personel dari unsur TNI-Polri, Kementerian/LPNK dan masyarakat," ungkap Dansatgas sekaligus Dandim 0715/Kendal di selal-sela kegiatannya mendampingi kunjungan Staf Ahli Kasad Bidang Ideologi Brigjen TNI Bambang Sudiyono. Selasa (10/10).

Ditegaskan Dandim, program TMMD merupakan implementasi dari budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. Perencanaan TMMD mengedepankan pola bottom up planning system dengan sasaran fisik dan non fisik sesuai skala prioritas yang dipadukan dengan program Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan untuk menampung aspirasi dan kepentingan masyarakat didaerah-daerah semaksimal mungkin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.