SOSIALISASI BELA NEGARA DAN WAWASAN KEBANGSAAN


KENDAL - Menjaga keutuhan wilayah  adalah  tanggung jawab semua anak bangsa, oleh karenanya peranan dan partisipasi aktif semua warga negara menjadi suatu kewajiban  dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan TMMD Reguler ke-100 tidak hanya semata mata untuk membangun fisik saja namun pembangunan nonfisik dan pembangunan manusianya juga menjadi salah satu sasaran program TMMD Reguler ke-100 yang dilaksanakan Kodim 0715/Kendal bersinergi dengan berbagai komponen bangsa.

Bertempat di balai Desa Rejosari Kecamatan Kangkung dilaksanakan penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan yang merupakan bagian dari sasaran TMMD, mengingat perkembangan jaman yang semakin modern sehingga mengikis sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara serta pola pikir manusia, dan pergeseran budaya gotong-royong mulai dilupakan oleh masyarakat di tengah arus globalisasi, dan sikap induvidualisme masyarakat  modern.

Menyikapi hal ini Kodim Kendal merasa penting untuk sekedar berbagi dengan masyarakat dan mengingatkan masyarakat bahwa tugas bela negara adalah tanggung jawab bersama dan diatur dalam Undang-Undang Dasar bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27 UUD), sebagai komponen pendukung dan TNI-POLRI sebagai komponen utama, ungkap Kapten Inf Sutejo.

Dijelaskan pula tentang  apa itu wawasan kebangsaan, bahwa wawasan berasal dari bahasa jawa yang artinya melihat atau memandang. Wawasan kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hal ini penting untuk dijelaskan, kita adalah bangsa yang besar dan majemuk teridiri dari berbagai macam suku bangsa, adat istiadat, berbagai agama,  yang tersebar diberbagai pulau atau yang kita kenal dengan sebutan nusantara sehingga dalam pergaulan perlu untuk saling memahami sehingga tidak terjadi selisih paham yang bisa menyebabkan perpecahan. Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonsia mesti bersyukur walau kita berbeda namun bisa bersatu, dengan adanya Pancasila sebagai pemersatu bangsa dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, maka dari itu mari sama-sama kita jaga dan mawas diri agar kita tidak terpengaruh oleh idiologi apapun, apalagi idiologi Komunis yang makin marak sejak era reformasi.

Beliau juga mengajak seluruh peserta yang hadir agar senantiasa waspada terhadap segala bentuk adu domba karena dapat menyebabkan kehancuran bagi bangsa Indonesia.

 

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Bapak Kepala Desa Rejosari Sunarko, bersama warga Desa Rejosari, mereka dengan penuh antusias mendengerkan penjelasan Kapten Inf Sutejo. Dijelaskan pula bahwa bangsa indonesia ini kaya akan sumber daya alam yang melimpah sehingga banyak negara negara didunia mengincar dan ingjn mengusainya apabila kita lengah maka kita akan hancur dan segala kekayaan alam kita akan diambil oleh negara lain. Mari sama sama kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa agar NKRI  tidak terpecah belah oleh adu domba.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.