TMMD Dinilai Mampu Tumbuhkan Spirit Gotong Royong


KENDAL - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 tahun 2017 ini dinilai berhasil merangsang semangat gotong-royong masyarakat Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal baik dengan cara terlibat langsung membantu pembangunan fisik maupun menyumbang kebutuhan perlengkapan lainnya.

Seperti halnya di Dusun Srandu Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal ini, selain disambut antusias melekatnya kebersamaan yang tinggi oleh warga masyarakat, kehadiran TNI juga diakui mampu mempererat kembali silaturahmi masyarakat yang sempat tersita kesibukan masing-masing.

Kepala Desa (Kades) Jungsemi Dasuki mengungkapkan, rasa syukur atas dibantunya proses pembangunan desa yang dipimpinya. "Kami merasa bangga sekali dengan antusias masyarakat di sini yang sudah mulai terbangun kembali, sejak program TMMD dimulai di desa kami, masyarakat dengan sukarela turun ke lapangan untuk membantu TNI" ujarnya saat ditemui disela kegiatannya mengecek pelaksanaan TMMD Reg ke-100 Kodim 0715/Kendal di Dusun Srandu. Rabu, (11/10/17).

Dasuki menjelaskan, "Jalan desa yang saat ini di bangun TNI, setiap hari memang selalu dimanfaatkan untuk akses jalan warga, bahkan boleh di bilang jalan ini adalah satu satunya jalan penghubung ke desa, pesisir pantai. Namun karena kondisinya yang masih tanah berbatu, sehingga apabila musim hujan tiba jalan ini kondisinya becek dan licin, dan hal tersebut tentu sangat membahayakan warga yang melewatinya", ungkap Dasuki.

Lebih lanjut Dasuki mengatakan,  jalan tersebut sejak dibuka puluhan tahun lalu sama sekali tidak dibangun, seperti di aspal maupun di cor. Beruntung melalui program TMMD Reg ke-100, jalan ini kini akan di Cor, sehingga nantinya akan layak untuk dilewati dalam kondisi cuaca apapun. "Kami di sini sangat terbantu sekali dengan program ini, sehingga kami bisa merasa nyaman untuk beraktifitas sehari-hari melewati jalan ini," jelasnya.

Menurut Kades, sisi lain dari kehadiran prajurit Kodim 0715/Kendal ini ialah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong, karena selama ini semangat tersebut terkesan kendor akibat kesibukan masyarakat untuk bertani dan berdagang, karena mata pencaharian warga disini mayoritas adalah petani dan pekebun. "Alhamdulillah masyarakat kita sekarang tumbuh kembali kesadarannya untuk gotong-royong turun ke jalan," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.