TMMD Reguler Ke-100 Bukan Hanya Bangunan Fisik


KENDAL - Kehadiran Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-100 bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi yang lebih penting yaitu terbangunnya semangat gotong royong, meningkatnya kepedulian sosial dan semangat kebersamaan membangun desa sebagai basis ketahanan wilayah menuju ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas TMMD Reguler ke-100 Letkol Czi Hendro Edi Busono, menyatakan semangat kejiwaan TMMD adalah semangat gotong-royong sebagai ciri dan budaya bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

"Pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 harus dapat memberi nilai tambah dalam prestasi kerja dan terbangunnya kondisi sosial, wawasan kebangsaan, ketahanan masyarakat serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat," katanya.

"Kita perlu terus bangun komunikasi sosial dengan masyarakat Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung agar pembangunan di desa dapat terlaksana dengan cepat sesuai harapan rakyat," tegas Dansatgas Letkol Czi Hendro Edi Busono.

Lebih lanjut, Dansatgas mengatakan sejalan dengan meningkatnya keinginan Pemda, Kabupaten dan Kota untuk dilaksanakan TMMD di wilayahnya maka pelaksanaan TMMD yang selama ini dilaksanakan dua kali setahun ditingkatkan menjadi tiga kali setahun.

Selama TMMD Reguler ke-100 para prajurit saya perintahkan tidur di rumah penduduk, kemudian uang lauk pauknya dimasak dan dimakan bersama penduduk dimana prajurit tersebut tinggal. Dari situ diharapkan terjalin kekeluargaan dan persaudaraan dengan masyarakat," ucapnya.

Pada bagian akhir pengarahan, Dansatgas Letkol Czi Hendro Edi Busono memberikan beberapa penekanan TMMD. Pertama, pelaksanaan TMMD tidak keluar dari tujuan dan semangat TMMD. Kedua, keberhasilan TMMD bukan bangunan fisik semata, tetapi yang lebih penting adalah dampak positif dari pelaksanaan TMMD Reguler ke-100.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.