WASBANG TMMD SEKTOR PERTANIAN DISAMPAIKAN OLEH SUDARSONO


Pelaksanaan wasbang dibalai desa Sukodadi. Pak Rizal Amri sebagai kepala Desa Sukodadi menyambut senang dan mempersilahkan petugas dari TNI maupun dari penyuluh pertanian . Untuk memberikan wasbang sesuai bidangnya kepada warga masyarakatnya

Diikuti sekitar 50 orang turut hadir danramil 10/PAGERUYUNG Kapten Inf Sutejo, kepala Desa Sukodadi pak Rizal Amri, polri, dinas pertanian pak Sudarsono.

Disampaikan bahwa Akibat pertanian tanaman pangan tidak menarik, regenerasi petani mandek. Masalah ini membuat ketahanan pangan nasional di masa datang rentan. Sebab, kebutuhan di dalam negeri akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk Indonesia yang akan mencapai 305 juta jiwa pada 2035.

Persoalan struktural dari hulu ke hilir, sebagaimana dituturkan sejumlah petani pada berita di Kompas, Senin (4/9), menyebabkan subsektor pertanian tanaman pangan tidak menguntungkan. Hal ini membuat generasi muda tidak tertarik masuk ke sektor tersebut.

"Nasib petani tidak tentu dan belum pasti dapat untung. Serangan hama semakin banyak dan harga bisa anjlok kapan saja," kata Ade.

Sarjo (70), petani Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyarankan anak semata wayangnya bekerja di luar sektor pertanian. Hal itu karena petani tak lagi hidup sejahtera selama 20 tahun terakhir. "Upah sebagai buruh di pabrik Rp 1 juta-Rp 2 juta per bulan, lebih baik ketimbang penghasilan petani," kata Sarjo.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.