Babinsa Dampingi Pelaksanaan FFD, Implementasi Aplikasi Paket Teknologi/Rel


KENDAL - Kodim 0715/Kendal melalui Koramil 10/Pageruyung melaksanakan pendampingan hari temu lapang Petani (Farmer Field Day/FFD) pertemuan  antara petani, dinas instansi terkait untuk saling tukar menukar informasi untuk menyebarluaskan  tentang  yang  diterapkan melalui demonstrasi usaha tani yang dihasilkan serta umpan baliknya, Rabu (15/11).

Kegiatan FFD ini dilaksanakan di Dusun Sekecer Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh dinas pertanian  Kabupaten Kendal,  Camat pageruyung Nurcholis S.Sos, Ketua  PPL  Kecamatan Pageruyung Bapak M. Toha, Komandan Koramil 10/Pageruyung Kapten Inf Sutejo, para Babinsa Desa se-Kecamatan Pageruyung, Kepala Desa Surokonto Wetan Bapak Rasyono S.Pd, pengurus Gapoktan rukun tani Desa Surokonto, serta anggota kelompok tani Desa Surokonto dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan dan pengarahan Ketua PPL Bapak M. Toha  menjelaskan bahwa pemberdayaan petani lewat penyuluh swadaya melalui demplot tanam padi Jarwo (jajar legowo) merupakan upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi padi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi, sehingga diharapkan dapat mendukung terwujudnya target swasembada pangan dalam rangka Upsus Pajale khususnya di Desa Surokonto Wetan.

Kegiatan demplot tanam padi jajar legowo merupakan kegiatan pengawalan dan pendampingan penyuluh swadaya penyuluhan antara lain, temu teknis tingkat Desa, penyusunan rencana kerja, kursus tani dan hari temu lapang (Farmer Field Day). Dari kegiatan tersebut diharapkan penyuluh swadaya, Para Babinsa dan petani di Kelompok dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta perubahan sikap ke arah positif guna mengembangkan usaha taninya yang berorientasi agribisnis berbasis komoditas padi. Untuk menjamin agar pelaksanaan pemberdayaan penyuluh tanam padi jajar legowo dapat  tercapai sesuai  dengan tujuan, maka diperlukan adanya pengawalan dan pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh dan di dampingi para Babinsa Desa masing-masing.

Berdasarkan laporan penyuluh swadaya Desa Surokonto Wetan, teknologi jajar legowo super, merupakan implementasi terpadu teknologi budidaya padi dengan lima komponen teknologi pelengkap, hasil inovasi badan penelitian dan pengembangan pertanian (Balitbangtan).

Petani yang menerapkan paket teknologi ini secara penuh bisa mendapatkan produksi sekitar 10 ton gabah kering giling (GKG)/ha per musim tanam dengan kata lain ada penambahan produksi sebesar 4 ton GKG/ha per musim  dengan rata-rata produksi tanam jajar legowo biasa yang diterapkan di sawah irigasi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.