Kodim 0715/Kendal Hadiri Upacara Peringatan Hari Bela Negara


KENDAL - Selasa (19/12/17) pukul 07.30 s/d 08.00 Wib di Lapangan Alun-Alun Kabupaten Kendal, telah dilaksanakan upacara Hari Bela Negara Ke-69 dengan tema "Ayo#BelaIndonesiaku, Indonesia Rumah Kita". Sebagai Irup Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Komandan upacara Iptu Untoro KBO Sabhara Polres Kendal dan Perwira upacara AKP Sugeng H.

Hadir dalam acara tersebut Dandim 0715/Kendal yang diwakili Danramil 08/Patean Kapten Inf Ramelan, Kapolres Kendal, Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Sekda Kabupaten Kendal, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kendal, Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kendal dan Kepala BNNK Kendal.

Peserta upacara kurang lebih 650 orang yang terdiri dari 1 SSR Korsik Pemda Kendal,      1 SSK gabungan TNI Kodim 0715/Kendal Polres Kendal dan Polhut, 1 SSK gabungan Satpol PP, Lapas dan Dishub, 1 SSK PNS Kabupaten Kendal, 1 SSK gabungan BUMD, BNNK Kendal, Mahasiswa, 1 SSK gabungan SMK/SMA  Kabupaten Kendal, 1 SSK Pramuka Kabupaten Kendal.

Amanat Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, dalam momentum bela negara kali ini di era tekhnologi dan informasi kita tetap bersatu, disegala lini kehidupan karena bentuk dan ancamanpun berbeda, para gererasi muda harus tetap mempunyai jiwa bela Negara termasuk KKN yang menggerogoti negara kita. Dalam menghadapi kompleknya era sàat ini kita, bagaimana kita bisa melangsungkan pembangunan oleh sebab itu bela negara bisa kita wujudkan dalam kehidupan sehari hari".

"Hari Bela Negara (HBN) yang merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia guna untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat pada tanggal 19 Desember 1948. Hari yang mana para pahlawan bangsa terdahulu mempertaruhkan jiwa raganya untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah-tengah guncangan Agresi Militer Belanda II. 

Pada saat itu Belanda menguasai ibukota RI yang masih berada di Yogyakarta. Mereka berulangkali menyiarkan berita bahwa RI sudah bubar, karena para pemimpinya, seperti Soekarno, Hatta dan Syahrir sudah menyerah dan ditahan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.