Susuk Wangan, Ungkapan Syukur Warga Desa Peron Kecamatan Limbangan



Limbangan-Danramil 14/Limbangan Kapten Inf Ngadiono dan Babinsa Peron Serda Muadi serta Kapolsek dan Camat Limbangan menghadiri kegiatan Susuk wangan di Desa Peron Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.Kamis (01/02).


Di dalam masyarakat Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dikenal tradisi Susuk Wangan. Tradisi ini erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari warga yang banyak berkutat dengan pertanian dan sumber air.


Susuk Wangan sendiri, memiliki arti membersihkan saluran air. Sebagai ungkapan syukur atas sumber air yang diberikan Allah, setiap tahunnya mereka menggelar acara ini. Tradisi yang memilik nama lengkap "Ritual Susuk Wangan" ini.


"Ritual ini, merupakan adat istiadat masyarakat Desa Peron dan sekitarnya, sebagai bentuk rasa syukur karena selama ini mereka memperoleh manfaat dari aliran air gunung yang mengalir sepanjang tahun," kata Kepala Desa Peron Bapak Sugiono.


Warga Desa Peron yang mayoritas kaum tani sebelumnya melakukan gotong royong, beramai-ramai kerja bakti membersihkan saluran air, sebagai upaya melestarikan sumber air gunung yang dianggap pembawa berkah kemakmuran.


"Danramil 14/Limbangan Kapten Inf Ngadiono, dalam sambutannya menyampaikan yang intinya dengan diadakannya Kegiatan adat yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya smoga Warga Desa Peron selalu menjaga kelestarian alamnya. Seperti menjaga aliran sungai dan irigasi sehingga tidak mengganggu stabilitas lahan pertanian."ungkapnya.


Tokoh Adat Desa Peron Mbah Kusnadi Menuturkan."Susuk Wangan di Desa Peron merupakan adat sedekah sungai karena rasa syukur terhadap Allah SWT, melalui pendahulunya yaitu Kyai Kisabar Iman, Kyai Citrongodo dan Nyai Ukel yang membuka jalan air sehingga Desa Peron diberi air yang melimpah untuk mengairi sawah warga."Tuturnya.


Pada acara tersebut juga dibawa sejumlah aneka hasil tanaman warga dan tumpeng dengan lauk ayam panggang untuk didoakan bersama. Setelah dibacakan doa, oleh tokoh adat Desa Peron Mbah Kusnadi, tumpeng kemudian dibagi-bagi kepada pengunjung untuk dimakan bersama.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.